Minggu, 02 Juni 2013


GALAKSI BIMASAKTI


GALAKSI BIMASAKTI



Bimasakti atau Milky Way adalah galaksi spiral yang besar dengan total massanya mencapai 1012  massa matahari dengan diameter 100000 tahun cahaya dan ketebalannya mencapai hingga 27000 tahun cahaya. Di dalam galaksi bimasakti ini terdapat 200-400 miliar bintang dan terdapat system tata surya.


Perhitungan terakhir dengan menggunakan teleskop Very Long Baseline Array (VLBA) menunjukkan bahwa ukuran galaksi ini adalah lebih besar dari yang diketahui sebelumnya. Ukurannya hampir mirip dengan galaksi Andromeda. Para astronom mengukur daerah formasi pergeseran bintang. Para ilmuwan meyakini bahwa di pusat galaksi terdapat supermasif atau yang dikenal dengan black hole (lubang hitam). Letak  lubang tersebut diperkirakan berada di antara rasi sagitarius. Galaksi Bimasakti ini memerlukan 225 hingga 250 juta tahun untuk melakukan satu kali orbit. Jika dihitung dari sejak pertama terbentuknya maka galaksi ini diperkirakan telah 20 sampai 25 kali mengitari pusat galaksi.



KOMET
1.  Komet Halley, secara resmi diberi nama 1P/Halley, nama umumnya diberikan menurut nama Edmond Halley, adalah suatu komet yang terlihat dari bumi setiap 75-76 tahun. Komet ini merupakan komet paling terkenal di antara komet-komet periodik lainnya. Walaupun pada setiap abad banyak komet berperiode panjang yang muncul dengan lebih terang dan dahsyat, Halley adalah satu-satunya komet dengan periode pendek yang tampak dengan mata telanjang, dan karenanya merupakan komet yang tampak dengan mata telanjang yang pasti kembali dalam rentang umur manusia. Kemunculannya sepanjang sejarah memiliki pengaruh yang besar terhadap sejarah manusia, walaupun penampakannya tidak dikenali sebagai obyek yang sama sampai abad ke-17. Komet Halley terakhir muncul di tata surya pada tahun 1986, dan akan muncul kembali pada pertengahan 2061. Gambar dari komet halley :


2.  Komet Encke, (secara resmi dinamai 2P/Encke) adalah sebuah komet periodik dengan periode 3,3 tahun, dinamai menurut Johann Franz Encke, yang melalui studi kerasnya pada orbit komet tersebut. Pada 1819 ia menerbitkan kesimpulannya pada jurnal Correspondance astronomique, dan memprediksi dengan tepat kemunculan sang komet pada 1822. Dari penyebutan nama resminya, dapat diketahui bahwa Encke adalah komet periodik kedua yang ditemukan setelah Komet Halley (yang dikenal juga sebagai 1P/Halley). Gambar dari komet encke yaitu :



3.  Komet Hyakutake (kode resmi: C/1996 B2) adalah sebuah komet yang ditemukan pada 30 Januari 1996 oleh seorang pengamat astronomi amatir asal Jepang, Yuji Hyakutake. Komet ini melintasi Bumi dalam jarak yang sangat dekat pada Maret tahun tersebut (paling dekat pada 25 Maret), salah satu lintasan komet yang terdekat dalam 200 tahun, sehingga tampak terang dan dapat dilihat oleh banyak orang di sepanjang dunia.
Hasil penelitian ilmiah terhadap komet ini menunjukkan adanya emisi sinar-X dari komet tersebut. Pertama kalinya sebuah komet diketahui melakukan hal tersebut. Selain itu, Hyakutake adalah komet dengan ekor terpanjang yang diketahui hingga kini. Hyakutake adalah sebuah komet periode panjang. Sebelum perjalanannya melewati tata surya, periode orbitnya mencapai sekitar 15.000 tahun, namun pengaruh gravitasi dari planet-planet raksasa (atau “raksasa gas,” yang terdiri dari Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus) telah meningkatkannya hingga 72.000 tahun. Gambar dari komet hyakutake yaitu :





1.    HUKUM KEPLER
Pada abad 15 telah berkembang suatu pemikiran bahwa bumi merupakan pusat tata surya. Mereka meyakini bahwa matahari dan planet beredar mengelilingi bumi. Johannes Kepler (1609), mengemukakan tiga hukum gerak planeteria sebagai berikut :
a.       Hukum I kepler
Lintasan planet berbentuk elips dengan matahari sebagai salah satu titik fokusnya. Karena lintasannya berbentuk elips, ada lintasan yang dekat dan lintasan yang jauh dari titik fokusnya.
Gambar :

b.      Hukum II kepler
Garis penghubung planet ke matahri menyapu luas daerah yang sama dalam selang waktu yang sama.


c.       Hukum III kepler
Pangkat dua periode planet mengelilingi matahri sebanding dengan pangkat tiga jarak rata-rata planet tersebut ke matahari
2.    GRAVITASI
Sebuah batu yang dilempar keatas akan jatuh kembali ke bumi. Hal itu terjadi karena batu ditarik oleh bumi. Batu juga sebenarnya menarik bumi. Tetapi gaya tarik batu jauh lebih kecil daripada gaya tarik bumi. Gaya tarik menarik seperti itu disebut gaya gravitasi. Penentu gaya gravitasi adalah Isaac Newton.
Hukum gravitasi universal Newton dirumuskan sebagai berikut:
‘Setiap massa menarik massa titik lainnya dengan gaya segaris dengan garis yang menghubungkan kedua titik. Besar gaya tersebut berbanding lurus dengan perkalian kedua massa tersebut dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua massa titik tersebut.’
Rumusnya :
F  adalah besar dari gaya gravitasi antara kedua massa titik tersebut
m1 adalah besar massa titik pertama
m2 adalah besar massa titik kedua
r  adalah jarak antara kedua massa titik, dan
g adalah percepatan gravitasi 

Gaya gravitasi juga berlangsung antara matahari dengan planet. Matahari yang massanya sangat besar selalu berusaha menarik planet-planet ke arahnya. Akan tetapi, planet juga berusaha mempertahankan geraknya yang cenderung lurus. Kombinasi gaya gravitasi dan gerak planet yang cenderung bergerak lurus menyebabkan planet senantiasa beredar mengelilingi matahari.



Rupa bulan


Massa bulan adalah 1/18 massa bumi, dan massa jens rata-ratanya 3.3 g/cm3 . Massa jenis rata-rata bumi adalah 5.5 kg/m3 . Gravitasi permukaan bulan hanya 1/6 gravitasi bumi. Bulan berbentuk bola bergaris tengah 3476 km, sedikit lebih besar dari ¼ garis tengah bumi. Bagian dalam bulan diperkirakan terbuat dari inti kecil kaya besi, suatu mantel padat dan suatu kerak yang kira-kira tebalnya 64 km di sisi dekat dan 128 km di sisi jauh. Bulan tidak memiliki medan magnetic.

Rupa bulan menghadap ke bumi memiliki bagian-bagian yang halus, datar dan gelap. Bagian ini dinamakan laut atau maria. Laut yang dimaksudkan bukanlah laut seperti di bumi karena bagiannya yang sama sekali tidak mengandung air. Bagian ini adalah dataran yang kering dan halus permukaannya dan agak gelap karena kurang memantulkan sinar matahari. Dataran tinggi disekitarnya lebih baik  dalam memantulkan sinar matahari sehingga tampak lebih terang.



Asteroid

Asteroid adalah benda-benda kecil yang mengelilingi matahari dan garis edar asteroid berada di antara Planet Mars dan Jupiter. Sifat benda-benda tersebut diduga sama dengan planet. Hanya, ukurannya lebih kecil.

Pada 1 Januari 1801, Guiseppi Piazzi astronom Australia menemukan sebuah titik cahaya yang berpindah-pindah tempat di sekitar lintasan planet Mars dan Jupiter. Ia menduga bahwa titik cahaya itu berasal dari komet. Namun, astronom laian bernama Johan Elert Bode mentebut benda itu sebuah planet yang dinamakan dengan Ceres.


Ceres (2,77 SA) adalah benda terbesar di sabuk asteroid dan diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Diameternya adalah 750 km. Ceres dianggap sebagai planet ketika ditemukan pada abad ke 19, tetapi di-reklasifikasi menjadi asteroid pada tahun 1850an setelah observasi lebih lanjut menemukan beberapa asteroid lagi. Ceres direklasifikasi lanjut pada tahun 2006 sebagai planet kerdil.
Beberapa tahun kemudian para astronom menemukan benda lain yang serupa dengan Ceres ini yang diberi nama, Vesta, Juno, Pallas dan Hygiea. Dan ukurannya lebih kecil dari  Ceres. Beberapa steroid ini mungkin akan diklasifikasikan sebagai planet kerdi seperti halnya dengan Ceres jika sudah mencapi kesetimbangan hidrostatika.Hingga tahun 1987 dari 100000 buah ateroid, baru sekitar 3500 yang diberikan nama dan Ceres adalah asteroid yang paling besar yang ditemukan.

Sabtu, 01 Juni 2013







PLANET-PLANET DALAM TATA SURYA
Planet-planet yang menjadi anggota tata surya ada  8 planet, yaitu:

Merkurius
Planet yang paling dekat dengan matahari adalah Merkurius. Jarak merkurius ke matahari 58 juta km. Merkurius mempunyai periode revolusi 87,97 hari dan periode rotasi 59 hari. Planet tidak memiliki satelit.

Venus
Planet terdekat kedua dengan matahari adalah Venus. Suhu permukaan Venus mencapai 470oC. Venus mempunyai periode revolusi 224,7 hari dan periode rotasi 243 hari. Gravitasi planet Venus sama dengan gravitasi di bumi dan planet ini tidak memiliki satelit.

Bumi
Bumi merupakan planet ketiga dari matahari. Bumi adalah planet satu-satunya yang dihuni oleh makhluk hidup. Bumi berjarak 150 juta kilometer dari Matahari. Untuk sekali revolusi, bumi membutuhkan waktu setahun (365¼ hari). Sementara itu, ia melakukan satu kali rotasi selama satu bulan (30 hari). Bumi memiliki sebuah satelit, yaitu bulan.

Mars
Mars berjarak 288 juta kilometer dari Matahari. Planet ini membutuhkan waktu 678 hari untuk sekali revolusi dan sebulan (30 hari) untuk sekali rotasi. Planet itu memiliki 2 satelit atau bulan, yaitu Phobos dan Deimos.

Yupiter
Yupiter merupakan planet terbesar dalam tata surya. Yupiter mempunyai periode revolusi 11,9 tahun dan periode rotasi 9 jam 55 menit. Planet Yupiter memiliki 16, satelit dengan empat satelit terbesar secara berturut-turut adalah Ganymede, Callisto, Europa, dan Io.

Saturnus
Planet ini memiliki periode revolusi sekitar 29,5 tahun dan periode rotasi 10,2 jam. Planet Saturnus memiliki 31 buah satelit dan satu di antaranya yang paling besar adalah Titan. Titan merupakan satu-satunya satelit dalam sistem tata surya yang memiliki lapisan atmosfer.

Uranus
Jarak Uranus sangat jauh dari Matahari. Diameter Uranus mencapai 50.800 km. Uranus memiliki periode rotasi 10 jam 49 menit dan periode revolusi 84,02 tahun. Planet itu memiliki 27 satelit atau bulan. Satelit yang ukurannya besar ada lima buah, yaitu Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberon.

Neptunus
Neptunus merupakan planet terluar dalam sistem tata surya. Suhu permukaannya mencapai -205oC. Diameter Neptunus sekitar 44.600 km. Neptunus mempunyai periode revolusi 165 tahun. Planet Neptunus memiliki 4 cincin dan 11 satelit atau bulan. Satelit yang paling besar adalah Triton.